tak ada batassnya

Tak ada batasnya

(jilid 2)

“Rara mana sih,,, di butuhin kok gak nongol2, coba kalw ga di butuhin, nongol terus kayak anak kucing minta makan”sebel ku……………………..

“Ra,, kemana aja sih, aku nyariin kamu tau gak?” Tanya ku “enggak”jawab Rara santai, “nih anak nyebelin bgt sih,,, tau gak aku tuh dari tadi nyariin Bayu, di kantin gak ada,di kelas, di wc, di parkiran, uks, tmpt tongkrongannya anak geng star, geng texas, dan terakhir di perpus juga gak ada, dy kemana y?, apa dy gak turun?” kata ku sambil menunjukan kegelisahan ku, “ye,, nyarinya disitu punk,, nyairiin itu di mushola, baru dia ada, dia kan anak rohis” “pantesan,,, trs low mau kesana alasannya pa dong??” “kenapa gak alasan sholat” “apa sholat,,??Jam 10 pagi, sholat apa?” kaget ku dengan mata melotot, “gini nih orang yang gak pernah sholat,,, sholat duha lah” “sholat apa tuh,, baru dengar,, ajaran baru y” “astagfirullah,,, ni, aku aja yg gak pernah sholat tau, sholat duha tuh apa, sholat sunah. Ketahuan gak pernah sholat nih?” “Ah elo,, ngeledek terus bisanya, walau gw sholatnya seminggu sekali, yang jelas gw sholat guys, gak kaya lo, sholatnya lebaran doang” “ok udah gak usah olok-olokan lg y,,, sekarang mau gak ke mushola?” “ayo” kata ku dengan penuh keyakinan,, kami berjalan menuju mushola,,, saat kami melangkah, seolah-olah, langkah ku menuju mushola santai dan tak ada keraguan-raguan, dan inilah yang aku tak pernah rasakan, ketenangan, kedamaian dan kesejukan yang tak kan mungkin kulupakan hari itu, saat aku mulai memasuki musholah sekolah…, musholah yg selama ini tak pernah ku sentuh sedikit pun bahkan lewat di depannya saja tak pernah, dan aku merasakan aku telah masuk syurga, duh ademnya, rasanya pingin netap disini terus dan gak mau beranjak “assalamualaikum” tegur Maya anak rohis yang kebetulan juga teman sekelas ku anak nya cukup pemalu dan pendiam, sehingga  tidak terlalu terkenal dan asyik untuk di ceritakan. “wa….wa…wa.. alaikumssalam” dengan gugupnya kami menjawab “gak sholat?” tanyanya dengan penuh harapan “…………….. e…nggak …. Tau nnt” “ya udah, ana tinggal sholat dulu ya” ujar maya dengan senyum manis di bibirnya. “ana,, bukannya namanya itu Maya Nur Halifah y..?”Tanya ku dengan heran “pintar,,, ana itu saya dalam bahasa arab” jawab rara “oooo, nyetel musik gih, bt”, sambil menghiasi kebosanan kami, aku menyetel mp3 dari hp ku, lagu kesukaan ku super junior artis korea yang personilnya ada 13 orang, yang personilnya guanteng-ganteng, duh manis nya.., “maaf ya, di rumah Allah gak boleh nyalakan musik” tegur Maya dengan halus “kenapa?”Tanya ku dengan penasaran “rumah Allah kan tempat untuk beribadah, yang bentuk2 penggunaanya sudah di contokan oleh Rasulullah, jd gunakanlah sebagai mana yang Ia contohkan dan berikan hak-hak nya, hindari hal-hal yang isinya melalaikan kita dari zikrullah, seperti beribadah kepada Allah” “oh… gitu ya,, eh aku mau Tanya dong, kenapa sih kamu pakaiannya kayak gitu, aneh tau gak?, maaf ya” Tanya ku dgn penasaran “gini, pedoman hidup kita kan al-qur’an n al-hadist, jadi kita wajib untuk mengikuti nya. di alqur’an udah di jelaskan kita wajib tuh untuk menutupi aurat kita, di surah an-nur : 31,(sambilmembaca) nah yang dimaksudkan aurat itu ada di hadist  yg bunyinya dari Aisyah ra berkata “hai Asma!, sesungguhnya perempuan itu apabila telah dewasa atau sampai batas umur, maka tidak patut bagi mereka menampakan sesuatu dari dirinya melainkan ini dan ini”, Rasulullah saw berkata sambil menunjuk muka dan telapak tangan hingga punggunya. H.R Abu Daud .itu sebabnya kenapa aku selalu memakai pakaian seperti ini” “oh… gitu, suasana pun makin asyik, semakin dia menjawab, semakin banyaknnya pertanyaan yang menumpuk di otak kita untuk bertanya pada Maya, selain itu Maya orangnya asyik, dia juga serba tau dan pintar.  “wah ngomong sama Maya nyambung y?” Tanya ku “iya, tp kayaknya ada yang kurang deh,, tapi apa ya,,,” “iya tujuan kita tadi apa ya,, aku juga lupa” “ya ampun,, kita kesini kan pingin nanyakan tentang Bayu, ya ampun,,, kok bisa lupa ya” “iya kok bisa ya,, ya udah besok lagi kita Tanya sama Maya ok” “ok”.

Ntah mengapa, aku masih memikirkan kata-kata Maya yang membahas tentang jilbab tadi,, kulihat diri ku di cermin, ku pandangin diriku, memang tak ada istimewanya gadis SMA yang biasa, tanpa ada menariknya sedikit pun, hingga terlintas di pikiran ku untuk menggunakan jilbab, apa aku pantas ya,, berkali-kali aku menghampiri mushola hanya untuk menanyakan Bayu, tapi selalu saja terlupakan, ntah apa yang terjadi saat itu, aku sendiri aja lupa. Semenjak aku kenal dan akrab dengan Maya, dia slalu mengajarkan ku yang baik-baik, beda dengan teman-teman ku sebelumnya, yang selalu menjerumuskan ku, sedikit demi sedikit ku ubah sikap ku, dari yang pemarah menjadi, seorang yang sabar, rajin sholat 5 waktu, murah senyum, dan pandai al-qur’an, dari perubahan ku yang hampir 100% itu, dari niat ku yang sebelumnnya mencari tau siapa Bayu, menjadi mencari tau apa Islam itu sebenarnya, memasuki islam tanpa paksaan di al-qur’an Al-Baqarah : 256 yang bunyinya tidak ada paksaan bagi kamu untuk memasuki islam, sesungguhnya telah jelas jalan yang benar dengan jalan yang sesat,barang sipa ingkar kepada taghut, dan beriman kepada allah maka sungguh di berpegang teguh pada tali yang sangat kuat yang tidak akan pernah putus. Allah maha mendengar dan maha mengetahui dan Al-Baqarah : 208 wahai orang2 yang beriman masuk lah kamu kedalam islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu mengikuti langkah2 setan sugnguh setan musuh yang nyata bagi mu, cukup banyak yang aku tau dari islam, semakin aku tau semakin penasarn diriku ingintau tentang islam, karana sungguh islam itu indah. Dalam sebulan aku mulai banyak perubahan, dan kini telah ku tekadkan dari hati ku yang terdalam, bahwa aku ingin berjilbab dengan syar’i, dengan ketetapan islam, mulanya aku takut memakai jilbab, karena kedua ortuku yang tak menyetujuinya, dan kini aku tekatkan tak ada yang bisa melarangku untuk menggunakan jilbab.

            Hari pertama aku pakai jilbab sungguh tak seperti biasanya, mereka menatapku seolah melihat hantu yang baru bangkit dari kubutnya atau mungkin melihat ku seperti bidadari yang turun darikayangan……………….. (bersambung)

 



tak ada baatasnya

Tak ada habisnya

Jilid 1

                Semua kisah memang tidak akan pernah habisnya,,, termasuk kisah ku,, dan gak ada hidup yg selalu sempurna,,, dengan selalu bahagia selamanya.

Panggil aku nia, anak ke 2 dari 3 bersaudara, kk pertama ku nmnya, nanda dia sekarang telah menikah dengan laki2 yang bukan pilihannya, dia terpaksa menikah dengannya di karnakan kedua orang tua kami, mereka berutang budi dengan orang tua dari suaminya ka nanda, arman namanya, walau mereka selalu bertengkar tapi sekarang mereka telah memiliki 2 putra yang gagah, dan pemberani seperti ortunya, aku heran dgn mereka, menjalani hidup tanpa cinta tp masih hidup bersama. Dan adik terakhir ku namannya nuno umurnya masih 12 thn, dy beranjak dewasa, dr dulunya cengeng sekarang jagoan, dr dulunya culun dan sekarnang sumpah keren bgt. Memang kami ber2 gak pernah akrrab satu sama lain, tp aku sayang bgt sama dy, nuno jarang bgt ada di rumah itu sebabnya aku slalu kangen ma dy. Aku sekolah di sma n 2, n sekarang aku kelas 3 ipa1. walau terbilang ku orangnya gak pintar, cantik atau pun tajir, tapi aku cukup terkenal di kalangan guru-guru dan adek kelas, mungkin karna aku ramah dan lucu sama semua orang. Diriku seorang wanita berjilbab, yang selalu mengharap ridho Nya, yang selalu ingin tau, dan ceplas ceplos, kayak gak ada remnya untuk berhenti bicara, mungkin aku bukan seorang yang dewasa tp kekanak-kanakan, dgn diri ku yang apa adanya itu aku selalu di percaya teman-teman ku tuk dengarin curhatan mereka dan mencari solusi dari curhatan mereka, aku gak pernah minta imbalan bila selalu mendengarkan curhatan mereka, tapi mereka selalu baik denganku untuk di traktir, aku orangnya supel, yah aku mudah bergaul dengan siapa aja, dari orang masih di kandungan hingga orang yang sudah di kubur,, he….., mereka semua slalu menjadi temanku. Sewaktu aku masih di kelas satu dulu, aku banyak punya teman dari kalangan anak kelas 3, dan tak di pungkiri teman ku itu rata-rata semuanya laki-laki, mungkin itu ya yang membuat semua siswi kelas 3, benci sama aku, tapi aku sih biasa aja dengan mereka, dan menganggap semuanya adalah teman. Salah satunya adalah kak gara, ketua osis sekaligus kapten basket sekolah, banyak cewe-cewe kesemsem sama dy apa lagi anak kelas satu, mereka selalu minta di salam kan ma ka gara,, ya walau ka garanya sendiri suka ilfil ma mereka, sampai seketika aku di gosipin sama mereka low aku ini pacaran ma ka gara, padahal no way, kata ke2 ortu ku aku harus belajar-belajar dan belajar, agar bisa jadi dokter, sama seperti ayah ku. Tapi aku selalu gak kebayang pingin jadi dokter, kayak mana mau jadi dokter ngelihat darah aja gw bisa pingsan deh,, ih geli……. Tapi biasanya anak seumuran ku kayak nya gak afdol deh kalau gak bicara tentang cinta, di mulai saat aku kelas 2, dan pada saat itu aku terpilih jadi panitia mos, dan saatnya aku kerjain anak kelas satunya, sama seperti kk kelas2 kerjain aku pada saat mos dulu. Yah itung-itung balas dendam lah, dan saat aku lagi ngerjain anak kelas 1nya suruh jalan jongkok dari kelas sampai wc,, gak ku sangka saat aku sedang berdiri di koridor, aku ngelihat, seorang cowo yang sumpah alim bgt…….. pandangannya selalu merunduk kebawah, terlintas di pikiranku “ini anak ngelihat ke bawah terus nyari duitnya yang hilang y, tapi kok kayak ga nyariin sesuatu y” kata ku sambil terheran dan tersenyum-senyum melihatnya, “ni,,,,”tegur rara hingga membuat pikiran ku kacau, melotot mataku mengarah pada rara, yang super nyebelin itu, memang rara itu anaknya nyebelin sudah cablak, sksd lagi, ih geram mulutku untuk bilang bisa gak sih gak harus ngagetin orang, sebal ku dgn nya tapi aku gak tega anak nya baik bgt sama aku, dia juga suka teraktir aku, dan satu lagi anaknya cengeng dikit di bentak bisa-bisa sekolah banjir gara-gara airmatanya doang,huff “ngeliatin bayu y,,,,”cablak rara, sehingga membuat marah ku menjadi hilang “apa,,, bayu,,, kamu kenal” Tanya ku penasaran “ya iyalah, dia kan tetangga ku anak bahasa, memang sih anaknya pendiam tapi dia alim bo”jawab rara santai, hah alim,,,, bibirku tersipu malu saat dia lewat di depan ku,,, “assalamualaikum” ucap bayu, dag, dig, dug deg, dog,,,, jantungku kempas- kempis berdebar kencang, debaran ini bukann debaran biasa, debaran ini sangat beda seperti getaran saat konser linkin park, beda kayak goyangan inul yang sumpah dapat mengebor bumi hingga 50 km, beda dengan getaran gempa bumi yang di hasilkan dari teriakan pak manfus, guru mtk yang super killer,,, getaran atau debaran ini adalah getaran cinta,,, yang gak pernah kurasakan sebelumnya, “waalaikumssalam” jawab ku lembut,,, “duluan ya” jawab bayu lagi,, “ah , iya da..” lambai tanganku padanya,,, tapi au,, malu ueuy,, ternyata dia bukan memberi salam sama aku ternyata orang di belakangku duh malu, malah tangan dah ngelambai lagi,, duh.. mau taroh dimana nih muka, sempat terlintas naro di kepala dan sambil garuk-garuk, ntar dikira kutuan lagi, mau taro di mata udah keatasan, ya udah..aku putuskan,, “biar kuputuskan saja… kutak mau aku pun malu, lebih baik ku putuskan saja angkat tangan aja.” (st12, cari pacar lagi).

                Malu pisan kejadian di sekolah tadi,, tapi itu semua membuat aku tersipuh malu,,, membayang kan aku jadi miliknya,,, menjadi istri dan ibu dari anak-anaknya, hus… jauh bgt ngomongnya, ,,, gak-gak,, di cancel z ngomonnya, di sensor gitu. Duh mikirin bayu, membuat konsentrasi belajar ku buyar,,,, bayu,,,bayu…. Manis bgt sih, btw kamu lg ngapain y……………. bersambung

 

 

jilid 4

Tak ada batasnnya

Jilid 4

 

            Marah, , dongkol, semua jadi satu, entah apa yang harus aku lakukan, aku bingung, apa ini karma dari Mu?, atau kah,,,,, ya Allah tolong hamba,,. Ujian  akhir sekolah sebentar lagi , setresss sih, tapi,, inilah yang harus ku hadapi,,, tanpa pikir panjang, ku jalanin semua dengan Bissmillah. Ku lalui ujian tu dengan tenang dan usaha yang keras sesuai dengan kemampuan ku.

            Saat menegang kan itu pun berlalu, detik-detik pengumuman membuat hati ku risau, gelisah, dan khawatir. Ku pandangin teman-teman ku satu persatu, wajah mereka penuh dengan masalah, dan kegelisahan,, hanya satu wajah yang terlihat tenang, dan sepertinya menghadapi dengan santai,, Bayu,,, wajahnya tak menampakan kegelisahan, wajahnya tenang, bercahaya seolah para malaikat sedang mengelilingi,, duh ademnya. Astagfirullah, dosa ni. Pak kepsek berdiri di tengah lapangan,, dengan basa-basi dy berbicara, duh,, bikin suasana makin gugup deh,, hati gelisah,, pikiran tak tenang,, gemetaran, resah,, duh gak jelas deh,, pokoknya pikiran kacau,, ntah apa jawabannya nnt,, aku harap aku lulus dengan nilai yang terbaik, pak kepsek memberi tahu, dimana kami harus melihat nama2 kami, kami pun berlarian menuju mading,, untuk melihat nama2 kami,, seluruh,, pengumuman telah kulihat berulang2 tapi tak ada nama ku satu pun,, hati ku mulai risau,, ku tatap semua teman2 ku, ada yang pingsan, menangis,, tertawa,, gembira dan lagi2 ku lihat Bayu dengan senyumnya yang tipis dia mengucap Alhamdulillah,, dan lagi2 wajahnya di selimuti ketenangan, entah apa,, yang ada di fikirannya,, mengapa wajahnya begitu tenang seolah tak ada beban sedikit pun, sudahlah aku tak usah memikirkannya, yang terpenting aku harus mencari nama ku,, ya Allah perasaan ini mulai tak tenang,, aku mulai risau,, ku coba berkali2 mencari nama ku,, tapi tetap tidak ada,, ya Allah apa mungkin aku tak lulus,,, kami pun di panggil,, hati ku mulai tak tenang,, ku mulai tak menggubris apa pun yang ada di dekatku,, teman2 ku bertanya2 tapi aku tak jawab sedikitpun pertanyaan mereka,, “harap tenang,, bagi nama2 yang tak ada tertulis di mading harap dapat, kekantor”dengan lantang kepsek berbicara, beliau pun mulai meninggalakan lapangan, beliau langsung menuju kantor,, aku pun berjalan dengan hati yang tercampur2, pikiran ku sudah tak tenang, seolah2 jiwa melayang dan tak lagi ada di raga ku lagi,, entah apa yang ada di fikiranku,,  ku menatap di sekelilingku,, teman2 ku yang bernasib sama dengan ku pun sama mulai tak tenang, aku pun terkaget ada Silvia dan Angga, mereka berdua terkenal pintar di sekolah,, apa mungkin mereka tak lulus,, kasihan mereka perjalanan mereka selama ini sia2, ya Allah apa maksud dari semua ini,, “saya sungguh tak percaya,, kalian seperti ini,, kalian membawa nama baik sekolah menjadi …… lebih baik” ujar kepsek tersenyum tipis dgn kami, aku terheran2 kenapa kepsek berkata seperti itu,, bahkan beliau tersenyum manis pada kami,,, apa yang terjadi, dengan tubuhnya yang bulat, kepala yang botak dgn menggunakan kacamata, berdiri tegap, berjalan menuju tempat kami berdiri, “bapak bangga pada kalian,, selamat kalian dapat nilai tertinggi di sekolah”, OMG,, sumpah aku gak percaya kalau akau dapat nilai tertinggi ya alllah sungguh hamba berterima kasih pada Mu,,, tangisan haru membasahi pipiku, tak sabar rasanya kabar bahagia ini ku sampaikan pada keluarga ku. “assalamualaikum….”ujar ku tersenyum sebelum masuk rumah. Ku pandangin sekeliling rumah ku sepi seperti tak ada penghuni, ku periksa seluruh ruangan rumah tapi tetap tak ada orang sama sekali, rasa letih mencari terlintas di benak ku,, ku mulai bersih kan diri dan bersiap untuk sholat magrrib.

            Lama aku menunggu mereka,, hati ku gelisah entah kemana mereka pergi,,,, aku putuskan untuk menunggu di teras depan rumah ku,, mata ku sudah lelah untuk menunggu mereka. Suara lembut,, memanggil-manggil nama ku membuat ku terbangun dari tidur lelap ku,,“ni,,, ni,, bangun”, ku buka mata ku perlahan-lahan kutatap wajahnya tersenyum manis menatap ku, ku tetes kan air mataku dan langsung ku peluk ibu ku,,, ku lampiskan rasakangen ku dan khawatir ku padanya, “ngapai tidur di sini,, ayo masuk,,” “bu,, nia lulus, dengan nilai terbaik” “ibu tau kok,, sekarang masuk kamar dan tidur”.

            Lanjutin kuliah di stain jurusan tarbiyah boleh juga,,, ku mulai hari ku di tempat yang baru,, suasana baru,, dan semua serba baru,,, masa mos gak begitu menyeramkan,, yah walau kaka kelasnya semuanya pasang tampang jutek duh jutek abizz. Entah ada fikiran apa untuk mendorongku masuk stain jurusan tarbiyah,, tapi inilah aku sekarang dan jalani dengan bismillah,, ^_^. Kembali ke garaa, entah apa yang meniat kan dalam hatinya dia slalu saja menawarkan diri untuk mengantar dan menjemputku walau slalu ku toklak dengan cara kasar,, sempat dongkol sih tapi ya allah semakin aku marah sama dia semakin dia gak mau jauh-jauh dari ku,, ih sebel. Ok ku putuskan untuk mengenalkan dia dengan bayu mungkin dia bisa mengerti kenapa aku slalu menghindar dengannya,, perkenalan itu begitu singkat, setiap hari hati ku slalu waswas di karnakan ya itu gara itu,, hemmm membuat di riku slalu gelisah,, bosen,, hari itu ku perhatikan jalanan depan rumah ku tak ada terlintas motor cbr merah milik gara,, apa mungkin dia salit ya,, ah ngapai akau fikirin dia justru aku senang lagi dia gak dating, alhamdulillah ya allah,, mungkin bayu sudah mengatasinya,, berhari-hari ku lalui tanpa gara,, sempat terfikir gelisah sih kenapa akhir-akhhir ini dy agak ketemu,, mungkin dia sakit ya,, ku beranikan diri untuk bertanya pada bayu,, walau pipi ku memerah tapi mau gak mau sih,,, “af1 ukh,, ana gak bisa bilang,, dy bilang dia hanya ingin menjadi yang terbaik di mata a2m” hah,, laga deh ternyata dia gak ngincar aku lagi tapi kok katanya bayu dia mau jadi yang terbaik di mata ku,, apa????? Ah gak usah di pikirin lagi yang terpenting dia udah gak ganggu hidup ku lagi,, makasih ya allah, setahun telah berlalu kehidupan yang tenang tanpa di ganggu lagi dengan gara,, sungguh membuat ku menjadi lebih tenang lagi. Setahun sudah berlalu semunya ku jalani dengan santai, entah apa lagi yang akan ENGKAU rencanakan aku siap untuk menjadi peran utamanya,, dan aku harap semua itu dapat di ambil ibrohnya(manfaatnya) amin. “Assalamualaikum maaf ummi ganggu, ummi harap setelah ba’da dzuhur nanti nia mampir kerumah ummi ya,, penting” pesan singkat dari ummi murobbi ku, yang langsung di kirimkan di hp ku,, entah apa yang akan ummi bicarakan,, dan hari ini juga gak ada pengajian,, ya allah  tenang kan hati ku ini.

            Dalam perjalanan menuju rumah ummi terlintas di hadapan ku motor Jupiter biru di parkir di depan rumah ummi,, “sepertinya aku kenal motor ini punya siapa?? Ah tapi, yg punya motor ini kan banyak”, “assalamualaikum,,”sapa ku lembut “waalaikumssalam” jawab ummi langsung menjabat tangan ku dan cipika cipiki,, “ayo masuk nak,,,” “oh,,, iya mi,,,” aku sengaja duduk pas di bawah kipas angin, fuh,, “alhamdulillah” sungguh nikmatnya duduk di sofa warna kuning yang empuk,, pas duduk dibawah kipas anginya di suguhi minuman es teh yang sejukkkk bgt,,, ya allah terimakasih atas nikmat Mu hari ini,,, “capek ya,, panas-panas,, naik angkot tadi?” Tanya ummi sambil menatap mataku dalam “oh,, afwan mi,, iya,, ana tadi naik angkot,,” “duh jadi ngerepotin nih” “ya allah gak papa lagi mi,,, anggap aja nia lagi silaturahmi di rumah ummi” “gini nak,, ummi Cuma mau Tanya nia ada yang khitbah” “khitbah,, maksudnya ada yang lamar gitu” “iya,,” serasa ada kilat yang menyambar, jantung ku langsung berdetak lebih kencang seperti genderang mau perang,, walah kayak lagu aja,, duh beneran nih,,, ada apa ummi Tanya kayak gitu “nak,,nak,, nia,,” pikiran ku buyar entah apa yang harus ku jawab dengan ummi “Insya Allah belum mi,,” “Alhamdulillah” “emangnya ada apa,,” “gini loh nak,,, ada yg mau mengkhitbah kamu” “apa,,,,  Afwan saya mau tau siapa yg mengkhitbah saya” “nia kenal kok dengan orangnya,, dia bayu” mendengar namanya serasa anah kring yang tandus di siram air segar yang dingin penuh dengan kesejukan duh,,, beginilah rasanya cinta begitu istimewa akhirnya aku dapa menikah dengan lelaki idaman ku. (bersambung)